Awas!!! LGBT MAKIN MERAJALELA

By:
Categories: Uncategorized
No Comments

Awas! LGBT Makin Merajalela

Oleh: Nabilah Shofa Fauziyah (Mahasiswi Universitas Indonesia)

Maraknya propaganda perilaku seks menyimpang: Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) terutama lewat media sosial sudah membuat banyak masyarakat cemas dan resah. Pasalnya, media sosial sekarang sudah menjadi hal yang lumrah dan bahkan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Kemajuan teknologi membuat seluruh informasi dapat terjangkau dengan mudah lewat media sosial. Namun sayangnya, banyak yang menyalahgunakan kemajuan teknologi ini sebagai alat untuk menyebarluaskan kemaksiatan, salah satunya yaitu propaganda LGBT. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan karena propaganda LGBT yang terdapat pada media sosial telah menyasar pada semua kelompok umur, bahkan sampai ke anak-anak dan remaja.

Seperti halnya baru-baru ini, masyarakat digegerkan dengan munculnya akun Instagram @alpant**i dengan deskripsi akun yaitu ‘Gay Muslim Comics’. Tokoh komik yang diposting akun itu adalah pria kulit cokelat berpeci. Akun ini berasal dari Malaysia, namun ramai diserbu oleh netizen RI.  Akun ini juga memiliki banyak followers hingga mencapai 5.560 followers. Akhirnya pada tanggal 13 Februari 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) resmi memblokir akun Alpantuni karena dinilai memuat konten pornografi. Tidak ada tindak pidana bagi pemilik akun Instagram tersebut. Aparat hukum dan para pejabat negara hanya melakukan pemblokiran dan tidak menindaklanjuti kasus tersebut.

Tidak adanya larangan dan ancaman pidana bagi pelaku LGBT dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), menunjukkan Indonesia adalah negara dengan sistem demokrasi sekuler. Sistem sekuler demokrasi memberi ruang suburnya kemaksiatan termasuk LGBT. Kebanyakan orang percaya bahwa demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang baik. Mereka percaya bahwa masyarakat memiliki hak atas pembagian kekuasaan politik yang sama. Namun nyatanya, dapat dilihat bahwa kondisi masyarakat kini kian hari kian terpuruk dan terbelakang. Sebab demokrasi yang dulu begitu manis diucap, ternyata semakin lama mulai terkuak hakikat-nya.  Kerusakan demokrasi memang dapat kita lihat dari berbagai aspek, salah satunya yaitu merusak moral. Hal ini karena demokrasi telah melegalkan –baik berupa regulasi maupun budaya– semua hal yang dapat merusak moral bangsa, termasuk LGBT.

Dengan melihat banyaknya kebobrokan dari LGBT, maka kita sebagai umat Islam harus mencegah penyebarluasan opini mengenai LGBT via media sosial. Umat Muslim harus bisa bangkit dan gencar untuk membuat opini dan menyebarluaskan fakta mengenai bahayanya LGBT via media sosial agar generasi penerus bangsa tidak terjerumus ke dalam kegiatan kemaksiatan. Umat haram memberikan perlindungan terhadap mereka karena LGBT bukanlah penyakit atau kelainan, dan bukan pula karena faktor genetik. LGBT adalah kejahatan/tindak kriminal  (jarîmah)! LGBT adalah perbuatan mungkar yang pernah dilakukan penduduk Sodom kaum Nabi Luth as. (Lihat: QS An-Naml: 55).

Ibnu Abbas ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda:

«لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ»

Allah telah melaknat orang yang mempraktikkan perbuatan kaum Nabi Luth. Allah telah melaknat orang yang mempraktikkan perbuatan kaum Nabi Luth. Allah telah melaknat orang yang mempraktikkan perbuatan kaum Nabi Luth” (HR An-Nasa’i).

Bila mereka bertobat niscaya Allah SWT mengampuni mereka. Sebaliknya, jika mereka terus melakukan perbuatan kejinya, tentu sudah seharusnya mereka dihukum secara keras, yakni hukuman mati. Ibnu Abbas ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. telah bersabda:

«مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ»

Siapa saja yang kalian dapati mempraktikkan perbuatan kaum Luth, bunuhlah pelaku dan pasangannya” (HR Ibnu Majah).

Gerakan LGBT ini tak bisa dihentikan hanya dengan seruan atau kekuatan seadanya karena ini adalah gerakan global. Hal ini dikarenakan negara-negara Barat sudah banyak yang mengeluarkan dana yang besar dengan melibatkan lembaga-lembaga internasional dan memanfaatkan antek-antek mereka agar LGBT dapat dilegalkan di manapun sehingga dapat menghancurkan peradaban kita. Profesor Mahfud MD menyatakan, Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNDP (United Nations Development Programme) telah menyiapkan dana 180 juta US$ atau setara Rp 107,8 miliar untuk meloloskan program legalisasi LGBT di Tanah Air dan tiga negara lain di Asia. Karena itu hanya kekuatan yang mengungguli kekuatan mereka yang dapat menghentikan gerakan global yang berbahaya ini.

Oleh karena itu, umat wajib terus berjuang menegakkan syariah Islam. Syariah Islamlah obat untuk berbagai penyakit yang hari ini diidap oleh umat manusia. Syariah Islam yang ditegakkan oleh Khilafah Islam akan memberikan perlindungan pada kehidupan umat manusia secara keseluruhan.

Kaum Muslim diperintahkan untuk berhukum pada syariah Allah SWT dan tidak terpengaruh oleh opini-opini yang dikembangkan manusia. Allah SWT berfirman:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ…

Hendaklah kalian memutuskan hukum di antara mereka menurut wahyu yang telah Allah turunkan. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian wahyu  yang telah Allah turunkan kepadamu…” (TQS al-Maidah [5]: 49).

 

Your Thoughts