Islam Ideologi Yang Bukan Sekedar Spirit

By:
Categories: Uncategorized
No Comments

Oleh: Nabella Septiriani (Alumni Vokasi Perumasakitan UI)

Rasulullah SAW telah menyelesaikan tugas beliau sebagai manusia yang terpilih untuk menerima pesan-pesan dari Tuhan semesta alam, Allah SWT. Pesan-pesan tersebut termaktub dalam kitab suci Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Telah nyata dan jelas kesempurnaan ajaran Islam yang kemudian beliau dakwahkan kepada generasi awal para shahabat Rasul, lalu mereka menyampaikan kepada generasi setelahnya. Sekalipun Rasulullah SAW telah kembali pulang menghadap Allah SWT, namun ajaran-ajaran Islam tersebut terus-menerus tersampaikan dari generasi sebelumnya ke generasi setelahnya, hingga tersampaikan pada generasi kita saat ini.

Seluruh warisan Rasulullah SAW tersebut berisikan berbagai macam aturan yang bertujuan agar manusia kemudian dapat menjadikannya sebagai panduan dalam mengarungi kehidupannya. Panduan tersebut berisi aturan tentang bagaimana manusia memenuhi segala kebutuhan dalam hidupnya, baik itu kebutuhan dasar maupun kebutuhan naluriah. Aturan Islam mampu mengatur mulai dari permasalahan individu, masyarakat, maupun negara. Oleh karena itu aturan Islam mampu memberikan panduan bagaimana manusia menjalani aktivitas kesehariannya bahkan mampu memandu seorang pemimpin bagaimana memimpin, membuat kebijakan, serta mengurusi persoalan dan urusan-urusan rakyatnya.

Ajaran Islam yang sempurna, tentu harus diamalkan oleh umat Islam secara kafah (menyeluruh), bukan sekedar mengambil sebagian saja, sedangkan mengabaikan sebagian ajaran yang lain. Umat Islam harus mampu menepis anggapan yang menyatakan bahwa mereka boleh melaksanakan ajaran Islam yang mereka anggap mampu untuk dilaksanakan. Padahal hakikatnya ketika Allah SWT telah menetapkan hukum suatu perkara, Dia tentu mengetahui bahwa hamba-Nya mampu melaksanakan perintah tersebut.

Suatu pemahaman yang keliru ketika kita menganggap Islam sebagai agama yang hanya mengajarkan seputar peribadatan ritual saja, atau hanya berisi ajaran tentang semangat berperilaku baik secara individu saja. Padahal, Islam sejatinya adalah sebuah ideologi yang sempurna dan paripurna; memiliki seperangkat ide, sistem, dan aturan; yang mampu menyelesaikan berbagai macam problematika masyarakat yang dinamis, bahkan mencegah problem-problem tersebut kembali muncul.

Islam tidak hanya mengatur perihal ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Namun, Islam juga memberikan aturan yang lengkap dan terperinci pada aspek lain, seperti perihal pendidikan, kesehatan, sistem ekonomi, sistem sosial, sanksi dan peradilan, politik serta pemerintahan. Keseluruhan sistem tersebut merupakan perintah dari Allah SWT, Rabb semesta alam, agar diterapkan dalam mengatur kehidupan manusia. Tentu melaksanakan seluruh syariat Islam adalah sebuah kewajiban dan merupakan wujud ketaatan kepada Allah SWT.

Islam selain mewajibkan kepada masing-masing individu untuk berlaku jujur, ramah, tidak berburuk sangka, dermawan, berbagi kepada sesama, meningkatkan ibadah ritual,  juga mewajibkan kita untuk menghindari riba, tidak melakukan akad-akad bathil dalam urusan bisnis, menjaga pergaulan dengan lawan jenis yang bukan mahram, dan beberapa ketentuan lainnya yang telah diwajibkan pelaksanaannya bagi masing-masing individu. Contoh lain, dalam ranah seorang pemimpin, Islam juga mengatur bahwa seorang pemimpin harus benar-benar memperhatikan urusan-urusan serta masalah-masalah yang muncul di antara individu rakyatnya, tidak berdusta kepada rakyat, serta menerapkan kebijakan yang digali dan berasal dari Allah SWT, bukan hanya melaksanakan aspek spiritual dan ibadah pada individu dirinya saja.

Berbagai sistem dalam kehidupan ini merupakan satu kesatuan dan saling terkait satu sama lain. Oleh karena itu, mengambil hanya sebagian darinya merupakan upaya pengkerdilan terhadap ajaran Islam itu sendiri. Sistem tersebut tidak bisa berdiri sendiri bahkan tidak mampu menyelesaikan problem yang kompleks di tengah-tengah umat jika hanya diterapkan pada satu atau dua aspek sistem saja. Suatu keharusan untuk menerapkannya secara keseluruhan sesuai dengan perintah Allah dalam Al Qur’an: “Wahai orang-orang yang beiman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan” (TQS. Al Baqarah: 208).

Your Thoughts